Selasa, 17 Oktober 2017

Kisah, Cerita, Humor, Kata Mutiara Untuk Penarik Pidato/Ceramah

Kisah, Cerita, Humor, Pantun, Kata Mutiara yang saya ambil dari berbagai sumber bisa digunakan untuk pembukaan ceramah/pidato atau untuk sebagai selingan dalam pidato/ceramah agar tidak membosankan, beberapa cerita lucu sebagai berikut:

MODUS PENCURIAN KOREK
Kisah ini ketika aku masih merokok, buat saya merokok itu adalah buat gaya, gaya hidup. Kalau ada yang mengatakan rokok itu membunuhmu, saya tidak takut. Kalau mau bunuh ya bunuh aja. Buat apa saya hidup kalau mati gaya... Saya ga masalah kalau ada yang tidak suka merokok, tapi yang saya tidak suka sama yang ngakunya perokok tapi masih ngrugiin yang lain, umpamanya pada modus pencurian korek. Karena saking seringnya saya sampai tahu modus operandinya. Umpamanya pada suatu hari saya nongkrong sama temen-temen saya, saya bawa rokok sama korek. Ada temanku bawa rokoknya saja di situ perasaanku mulai ga enak. Benar saja saya diajak ngobrol dan terus ngobrol sampai aku lengah pas mau mau pulang baru sadar kalau koreknya ga ada. Mau nanya sama teman ga enak takut tersinggung. Akhirnya diikhlasin saja. Tapi beberapa hari kemudian 

DIPUTUSIN PACAR
Saya diputusin pacara saya gara-gara terlambat mengucapkan selamat ulang tahun, seharusnya mengucapkan pukul 6 pagi, saya ngucapinnya pukul 6 kurang lima menit tapi minggu depannya...


NASI MENANGIS
Kisah waktu kecil yang tidak bisa dilupakan ketika kita susah makan dan nasinya tidak habis orang tua selalu bilang, dik... nasinya habisin ntar nangis. Tapi ini mitos dan aku tidak percaya kalau ini benar-benar terjadi. Coba kita bayangkan kenapa dari sekian juta makanan yang ada didunia ini cuma nasi saja yang nangis. Emang dia serapuh itu....Tapi kalau mitos ini benar terjadi bakal drama banget disebuah piring ada nasi menangis. Umpanya aku makan nasi sama tempe orek dan dua-duanya ga habis karena kenyang. Kenapa cuma nasi saja yang nangis terus tempe orek ngapain, ngehibur nasi...? umpama nasi menangis, huuu huuuu, tempe orek nyamperin. Kamu kenapa nasi...? aku udah dibayar tapi ga diapa-apain... udah ga usah nangis, sini kamu bersandar di bahuku biar tenang... "ga mau" kata nasi, kamu banyak kecapnya. Kan bakal drama banget ya kalau begitu. Dan kalau mitos ini benar terjadi yang kasihan itu nasi yang ada di warung padang, di warung padang tidak ada makanan sebaik tempe orek, disana adanya rendang, kikil, emping itu makanan jahat semua berkolesterol. Bukannya menghibur nasi malah mungkin nasinya diledekin. Kita ga akan tahu kan apa yang akan dilakukan makanan-makanan jahat tersebut kalau ada nasi nangis tanpa ada tempe orek disampingnya. Umpanya ada nasi nangis, "huuu huuuuu" rendangnya datang "ya elah gitu aja nangis dasar raskin" kikilnya ikut manas-manasin "jemur aja bang jadiin nasi aking" empingnya dari belakang teriak-teriak "oiii oiiii oiiii bukain toplesnya dong, aku juga mau ngledekin"....


CIRI KHAS IBU-IBU ATAU WANITA.
Cirikhas Ibu-Ibu kalau beli sesuatu pasti menawar, kalau tidak menawar itu seperti hampa, seperti angin berhembus tak seperti biasanya, seperti matahari tak secerah biasanya, seperti cabe-cabean tak serame biasanya dan menawarnya dengan alasan yang aneh-aneh. Umpamanya beli baju, ini berapa harga bajunya pak? 50 ribu. Mahal banget pak turunilah harganya pak. Ga bisa bu. Turunlah itukan jahitannya ga rapi, itukan sudah model tahun lalu. Takutnya menawar seperti itu kebawa ketika menawar ikan dipasar, umpamanya harga ikannya satu kilo berapa pak? 20 ribu. Turunlah harganya, itu kan siripnya kurang rapi, itu kan ikan model tahun kemarin. Terus Ibu-ibu juga kalau dimall terus muter-muter semua dicoba sepatu, sandal, baju tapi ga ada yang dibeli. Setelah dijalan ngambek begitu. Kenapa sepatu atau sandalnya ga ada diambil. Katanya ga ada yang pas di hati. Ya iyalah sandal dan sepatu dipakenya di kaki bukan di hati. 

3 HAL YANG PERLU DIKETAHUI
Yang pertama rizki, ada istilah, mang juki pake celana, kalau sudah rezeki takkan kemana. Tapi kalo tak kemana-mana takkan dapet rezeki. Tuhan sudah menyiapkan rizki, tinggal tugas kita untuk menjemputnya. Ada istilah lagi, mang juki tidur ditiker, kalo sudah rezeki takkan ketuker. Tetapi kalau sudah dapat rezeki harus disyukuri agar rezekinya bertambah. Begitu juga bapak2 yang sudah punya istri juga harus disyukuri agar ditambah…. Nikmatnya maksudnya. Yang kedua adalah jodoh. Disini masih ada yang jomblo, ada tuh pundaknya berdebu karena udah lama ga ada kepala yang bersandar di situ. Ada istilah, mang dodo pake celana, kalo sudah jodoh takkan kemana, tapi kalo tak kemana-mana takkan dapat jodoh. Jodoh itu bukan begitu saja bruk turun dari langit tapi harus diusahakan. Ada istilah lagi mang dodo tidur ditiker tapi bisa ditikung. Ciri2 tukang tikung tiap harinya suka menggombal. Yang ketiga umur, orang bilang kita ga tau umur kita. Kalo saya ga, kalau saya tahu umur seseorang tinggal liat aja KTPnya. Tetapi kalau maut iya kita tidak ada yang tahu. Karena maut hak prerogatif Allah SWT. Ada istilah ki daud pake celana, kalau sudah maut takkan kemana, tapi kalau tak kemana-mana tetep maut datang juga. Ada istilah lagi ki daud tidur ditiker, kalau sudah maut takkan ketuker. Silahkan kalau mau menikung malaikat kalau bisa.

SEDUH BUKAN SEDIH 
Pada suatu hari saya melihat teman saya dari belakang terlihat tes, tes, tes. kemudian aku tanya, eh kamu kenapa lagi sedih ya. Ga kok aku ga sedih tapi lagi seduh (sedang nyelupin teh)

ANAK TERAKHIR
Sebagai anak terakhir mesti kalau minta dibeliin sesuatu tidak pernah dikasih. Kemarin juga mau minta beli sepatu ga dikasih sama emak. Kata emak, pake aja tuh sepatu kakakmu yang sudah kekecilan. Masalahnya kakak saya cewek hehehe. Terus sama emak juga sering disuruh-suruh. Tiap hari disuruh beli garam. Aku tanya mak... buat apa sih setiap hari beli garam. Iya emak mau bikin laut. hehehe

CERITA MASA LALU
Kalau masa lalunya teman-teman mungkin kebanyakan bahagia, tetapi kalau saya banyak kesedihannya. Diantara kesedihan-kesedihan itu saya dulu pernah menyatakan/nembak seorang cewek tapi dia diem, dan diem, diem, diem-diem dia nikah sama orang lain. Sakitnya tuh disini, disini, disini (sambil nunjuk dada) disitu terkadang ku merasa sedih. Tapi bukan saya mungkin yang ngalami masalah percintaan seperti itu, kemarin saya melihat ada seorang cowok yang sedang jongkok ditengah jalan sedang ngelem aspal. Aku tanya kamu lagi ngapain mas. Ini aku lagi ngelem aspal. Buat apa? buat jaga-jaga kalau nanti cintanya retak ditengah jalan. Dan dihari yang lain pas hujan saya melihat ada bapak-bapak sedang bangun rumah tapi ambruk lagi - ambruk lagi. Aku tanya pak kenapa rumahnya ambruk lagi-ambruk lagi. Iya mas karena pasir sama semennya ga aku campur. Loh kok begitu... Karena aku begitu percaya kalau cinta dapat menyatukan semuanya... kemudian aku pergi capek liat orang yang aneh-aneh seperti itu, dan laperku datang akhirnya aku ke tempat mi ayam dan bakso. Pesen mi ayamnya pak satu. Habis mas, kata tukang mi ayam. Ya udah bakso satu, habis juga mas. Terus apa yang tersisa. Yang tersisa tinggal penyesalan. Ya udah deh pesen penyesalannya satu. Kok lama banget sih pak penyesalannya ga dateng-dateng. Nih mas penyesalannya. Lambat banget sih pak. Ya begitulah yang namanya penyesalan selalu datangnya terlambat.


3

7 Teknik Public Speaking


Public Speaking adalah komunikasi lisan berupa pidato, ceramah, presentasi, dan jenis berbicara di depan umum (orang banyak) lainnya.

Public Speaking juga diartikan sebagai "pembicaraan publik" yang maksudnya berbicara di depan orang banyak juga.

Banyak orang takut Public Speaking dengan ragam alasan: suka merasa gugup, grogi, merasa tidak bisa, tidak biasa, takut salah ucap, takut "nge-blank", dan sebagainya yang masuk kategori "demam panggung".

Berikut ini Teknik Dasar Public Speaking untuk Pemula, meliputi hal-hal terpenting seputar Public Speaking.

Teknik Dasar Public Speaking 

  1. Mengatasi gugup/grogi dalam Public Speaking
  2. Teknik pernapasan untuk Public Speaking
  3. Teknik vokal untuk Public Speaking
  4. Persiapan Public Speaking
  5. Teknik Membuka Public Speaking
  6. Penyampaian/Penguasa Materi Public Speaking
  7. Teknik Menutup Public Speaking

Mengatasi gugup/grogi dalam Public Speaking

Gugup disebabkan dua hal: tidak biasa dan tidak menguasai materi. Agar terbiasa, banyakin latihan! Agar menguasai materi, banyakin baca dan data. Dijamin, jika terbiasa dan menguasai materi, Anda tidak akan gugup.

Gugup juga sering muncul bagi yang sudah terbiasa dan menguasai materi. Misalnya, sebab ada di antara hadirin yang bikin kita GR atau seseorang yang kita hormati/kagumi. Maka, cara instant mengatasinya adalah TARIK NAPAS dalam-dalam, berulang kali, lalu yakinkan diri: saya yang paling siap tampil karena saya sudah bersiap-siap sejak kemarin!

Teknik pernapasan untuk Public Speaking
Berbicara di depan umum jangan sampai "ngos-ngosan", kurang napas, atau tidak mampu mengatur dan mengendalikan pernapasan. Maka, berlatihlah agar bisa bernapas panjang dan mampu mengelolanya.

Caranya, antara lain, tiup lilin yang menyala dalam jarak 1 meter, berulang-ulang, minimal 10x; tarik nafas sedalam mungkin (lewat hidung), lalu keluarkan lewat mulut pelan-pelan sambil berdesis "zzz.... zzzz... zzzzz...".
Teknik vokal untuk Public Speaking
Teknik vokal terpenting adalah intonasi yang benar, stressing pada kata/kalimat tertentu yang dianggap penting, pelan saat permulaan dan akhir (volume), mainkan kecepatan berbicara (speed/tempo) biar gak monoton, perhatikan pula artikulasi (kejelasan kata/kalimat) dan pelafalan kata yang benar (pronounciation).

Gunakan suara asli (natural), jangan meniru suara orang lain atau dibuat-buat. "Merdukan" dengan "suara perut" (diafragma). Ini bisa dilatih.

Persiapan Public Speaking
Siapa yang tidak melakukan persiapan, dia sedang mempersiapkan kegagalan. Who doesn't prepare he prepares fail. Maka, bersiaplah dengan mendalami materi, tema, topik, busana, kondisi fisik (biar fit), dan latihan! Practise makes perfect, doesn't it?
Teknik Membuka Public Speaking
Banyak cara membuka pidato, namun yang paling favorit adalah membuka dengan kisah/cerita, humor atau ungkapan lucu, mengutip pepatah/kata mutiara, dan langsung mengemukakan inti materi yang akan disampaikan.

Penyampaian/Penguasa Materi Public Speaking
Takut lupa materi? Takut nge-blank saat tampil di podium? Ini dia pilihan menguasaan materi: menggunakan.membawa catatan sebagai contekan (using notes), menggunakan alat bantu visual seperti infocus (using visual aids as notes), membaca naskah lengkap (reading complete text), dan menghafalnya (memorize). Dua terakhir tidak disarankan untuk digunakan.
Teknik Menutup Public Speaking
Jika hendak mengakhiri pidato, beri tanda (signal), bahwa Anda akan segera mengakhirinya. Katakan, misalnya, "demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat, dan mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, wasalam...!" Jangan muter-muter lagi, menjadikan pidato jadi tambah lama.

sumber: http://www.romelteamedia.com