Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Seperti biasa sebelumnya ada pantun buat kalian:
Bang mustapa duduk di kursi
Kursinya dari kayu jati
Buat apa kita korupsi
Karena korupsi dapat
menyengsarakan kita nanti
Karena
Orang
Rakus
Ujung-ujungnya
Penyengsaraan
Seluruh
Masyarakat
Indonesia
Pada kesempatan kali ini tema yang akan saya sampaikan
tentang korupsi. Tema yang cukup berat saya, tapi saya sebagai penyuluh hukum
harus menyampaikan hal ini, karena hal ini merupakan kegelisahan saya selama
ini, gelisahnya tuh seperti sedang melihat hujan, “hujan janji-janji manis yang
tidak pernah ditepati”, karena nyatanya korupsi semakin merajalela, kalian
pasti tahu belum lama ini ada 42 anggota dewan yang terkena OTT (Operasi
Tangkap Tangan), tapi pertanyaannya kenapa dari dulu yang tertangkap tangannya,
bukan kakinya, badannya, atau kepalanya, kita sedang tunggu tuh.
Orang yang korupsi dinamakan koruptor. Coba kalau orang
yang korupsi namanya bukan koruptor tapi koredok (karedok) atau Korupuk (kerupuk) bisa kita makan
ramai-ramai tuh, dan bukan hanya kita makan tapi remas-remas tuh kerupuknya ada
yang jatuh kita injak-injak terus kita tendang ke tempat sampah biar dimakan
kucing... kerupuk...kerupuk.
Banyak alasan kenapa melakukan korupsi, salah satunya
katanya karena kebutuhan semakin meningkat alias beban hidup semakin berat, ini
orang ga bersyukur, padahal masih ada orang yang beban hidupnya lebih berat
musisi “duo srigala” kurang berat berat apa beban hidupnya yang dia pikul coba,
kemana-mana dribel bola, habis itu kanan
dan kiri selalu serasi tidak pernah salah koordinasi.
Terakhir nih... kenapa meskipun sudah banyak yang
ditangkap tapi korupsi tetap ada, katanya karena hukumannya kurang berat, tidak
membuat efek jera. Kalau seperti itu cari aja hukuman model lain, mungkin
diajak berenang, berenang sama buaya pasti malaikat izroil udah nunggu di depan
tuh, atau diajak lomba lari, lomba lari sama harimau. Misalnya diajak lomba
lari sama harimau, setelah sampai finish si koruptor memejamkan mata dan pasrah
apa yang akan terjadi, tapi setelah ditunggu ternyata harimau itu tidak memakan
dirinya, dengan rasa takut si koruptor membuka matanya dan ternyata harimau itu
ada di sebelahnya dengan memejamkan mata pula. Si koruptor bertanya sama
harimau, “hai harimau.. kamu lagi ngapain, “tenang aja aja” kata harimau. “ini
sedang berdoa, doa mau makan”. Satu lagi mungkin hukuman yang pas buat para
koruptor itu kayak seperti sedang PDKT in cewek, Cuma dua hal kalau sedang PDKT
in cewek, kalau ga di TEMBAK ya di GANTUNG.
Terimakasih, wassalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh.