Minggu, 27 Januari 2019

Stand Up Comedy Tentang Korupsi


Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Seperti biasa sebelumnya ada pantun buat kalian:
Bang mustapa duduk di kursi
Kursinya dari kayu jati
Buat apa kita korupsi
Karena korupsi dapat menyengsarakan kita nanti

Karena
Orang
Rakus
Ujung-ujungnya
Penyengsaraan
Seluruh Masyarakat
Indonesia

Pada kesempatan kali ini tema yang akan saya sampaikan tentang korupsi. Tema yang cukup berat saya, tapi saya sebagai penyuluh hukum harus menyampaikan hal ini, karena hal ini merupakan kegelisahan saya selama ini, gelisahnya tuh seperti sedang melihat hujan, “hujan janji-janji manis yang tidak pernah ditepati”, karena nyatanya korupsi semakin merajalela, kalian pasti tahu belum lama ini ada 42 anggota dewan yang terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan), tapi pertanyaannya kenapa dari dulu yang tertangkap tangannya, bukan kakinya, badannya, atau kepalanya, kita sedang tunggu tuh.
Orang yang korupsi dinamakan koruptor. Coba kalau orang yang korupsi namanya bukan koruptor tapi koredok (karedok) atau Korupuk (kerupuk) bisa kita makan ramai-ramai tuh, dan bukan hanya kita makan tapi remas-remas tuh kerupuknya ada yang jatuh kita injak-injak terus kita tendang ke tempat sampah biar dimakan kucing... kerupuk...kerupuk.
Banyak alasan kenapa melakukan korupsi, salah satunya katanya karena kebutuhan semakin meningkat alias beban hidup semakin berat, ini orang ga bersyukur, padahal masih ada orang yang beban hidupnya lebih berat musisi “duo srigala” kurang berat berat apa beban hidupnya yang dia pikul coba, kemana-mana dribel bola,  habis itu kanan dan kiri selalu serasi tidak pernah salah koordinasi.
Terakhir nih... kenapa meskipun sudah banyak yang ditangkap tapi korupsi tetap ada, katanya karena hukumannya kurang berat, tidak membuat efek jera. Kalau seperti itu cari aja hukuman model lain, mungkin diajak berenang, berenang sama buaya pasti malaikat izroil udah nunggu di depan tuh, atau diajak lomba lari, lomba lari sama harimau. Misalnya diajak lomba lari sama harimau, setelah sampai finish si koruptor memejamkan mata dan pasrah apa yang akan terjadi, tapi setelah ditunggu ternyata harimau itu tidak memakan dirinya, dengan rasa takut si koruptor membuka matanya dan ternyata harimau itu ada di sebelahnya dengan memejamkan mata pula. Si koruptor bertanya sama harimau, “hai harimau.. kamu lagi ngapain, “tenang aja aja” kata harimau. “ini sedang berdoa, doa mau makan”. Satu lagi mungkin hukuman yang pas buat para koruptor itu kayak seperti sedang PDKT in cewek, Cuma dua hal kalau sedang PDKT in cewek, kalau ga di TEMBAK ya di GANTUNG.
Terimakasih, wassalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh.


Sinopsis Film Pendek "Perkawinan Campuran/Menikah Dengan Bule"


Ayah dan Ibu Rini yang asli orang Indonesia mempunyai perbuatan yang agak kurang menyenangkan yaitu selalu menggerutu dan mencaci maki setiap melihat orang asing baik di TV maupun melihat langsung, selalu menjelek-jelekkan budaya orang asing itu. Tetapi tanpa disangka beberapa bulan kemudian Rini anak satu-satunya mengenalkan teman dekatnya Jefri dan ternyata Jefri itu orang asing yang selama ini tidak disukai oleh orang tuanya. Orang tuanya Rini menunjukkan sikap tidak sukanya kepada Jefri karena Jefri dianggap bukan keturunan asli Indonesia dan dianggap orang asing. Sepulangnya Jefri, Orang Tuanya Rini berusaha menasehati Rini agar tidak memilih bule dan menginginkan menikah dengan orang Indonesia saja. Tetapi Rini menganggap sudah menjadi mantap dan menjadi pilihannya apalagi katanya Jefri orangnya baik. Waktu berlalu Rini berusaha meyakinkan Jefri kalau orang tuanya pasti akan menyetujui hubungannya. Disuatu obrolan santai diruang tamu ada Rini, Fitri adiknya Rini dan kedua orang tuanya. Fitri adiknya tiba-tiba menanyakan gimana hubungan Rini dengan Jefri. Rini menjawab masih baik-baiknya saja. Saat itulah Ibu dan ayahnya marah besar karena sudah dinasehati untuk memutuskan Jefri. Percekcokanpun terjadi antara Rini dan kedua orang tuanya, sampai orang tuanya mengusir Rini dari Rumah. Rini sedih campur marah pergi dari rumah dan tidak tahu tujuannya. Ditengah perjalanannya Rini bertemu dengan sahabatnya (Sari) dan menanyakan keadaannya dan apa yang terjadi. Rini menceritakan semuanya. Sementara Rini tinggal di Rumah Sari. Sari menemui orang tuanya Rini untuk mencari solusi yang terbaik. Sari menyampaikan kepada Orang Tua Rini bagaimana kalau datang ke penyuluh hukum untuk mencari solusinya. Orang tuanya menyetujui dan besok harinya Sari mengajak Rini dan kedua orang tuanya ke penyuluh hukum. Penyuluh Hukum menyampaikan solusinya. Orang tua Rini memahami apa yang disampaikan penyuluh dan akhirnya menyetujui hubungannya Rini dengan Jefri.