1.
Mantapkan kredibilitas Anda dan diri Anda sebagai “penguasa” dari topik
pembicaraan. Yakinkan bahwa Anda menguasai topiknya. Jelaskan kepada audience
mengapa mereka harus mendengarkan dan percaya kepada Anda. Lakukan ini dengan
tidak lebih dari tiga kalimat.
2.
Pahamilah bahwa dengan persiapan yang cukup, Anda menghargai audience Anda
secara efektif. Anda seperti berkata “Anda semua penting bagi Saya sehingga
Saya memutuskan untuk meluangkan waktu mempersiapkan ini semua.” Mengatakan
bahwa Anda tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri, atau meminta maaf di
muka karena merasa tidak siap, adalah tindakan yang ofensif, membuat Anda
terlihat malas dan tidak profesional. Jangan meminta maaf atas siap-tidaknya
Anda.
3. Jika hal tak terduga terjadi, dan Anda merasa gamang,
maka gamanglah – tapi jangan ceritakan kepada audience. Anda tidak akan
mendapat simpati dari mereka; dan lagi-lagi, Anda akan terlihat tidak
profesional.
4. Jangan pernah, memulai pembicaraan dengan mengatakan
bahwa Anda gugup, atau bahwa Anda belum pernah melakukan hal ini sebelumnya…
Anda hanya akan menarik perhatian mereka ke hal-hal yang semestinya tidak Anda
perlihatkan. Percayalah, audience Anda akan segera mulai mencari bukti-bukti
untuk mendukung pernyataan Anda itu.
5. Bernafaslah! Gugup dapat membuat Anda berat bernafas –
yang tidak akan mendukung getaran dan proyeksi suara Anda. Segelas air minum di
dekat Anda akan bisa membantu. Dan kala Anda meneguknya, Anda mungkin akan
terlihat percaya diri.
6. Jadilah enerjik. Sebelum Anda bicara, Anda bisa
membayangkan bahwa audience sangat puas dengan presentasi Anda. Cara yang
paling mudah, bacalah lagi SMS-SMS yang menyenangkan di HP Anda. Ini akan
membuat Anda merasa lebih berenergi.
7. Gunakan suara dari perut Anda dan bukan dari dada
Anda. Proyeksi suara Anda akan lebih baik. Anda hanya bisa melakukannya jika
Anda rileks. Dengan ini, Anda terdengar lebih percaya diri. Anda bisa melatih
ini – tentu saja di rumah – dengan menekan perut Anda ke tembok dan
berbicaralah dengan cukup keras. Anda akan merasakan bagaimana seharusnya.
8. Perhatikan makanan Anda sebelum berbicara. Para
pembicara, punya “manajemen MCK” mereka sendiri. Sehari sebelumnya, jangan
pernah makan pempek palembang super pedas misalnya. Jangan pula memakan makanan
yang buruk untuk suara, coklat atau gorengan misalnya.
9. Berdirilah saat bicara. Ini, dengan segera membuat
Anda merasa punya otoritas.
10. Duduklah di posisi yang dominan. Bukankah Anda
pembicaranya?
11. Ketahuilah bahwa kesan pertama sangat diperhitungkan.
Dan Anda, tidak akan mendapat kesempatan kedua untuk melakukannya.
12. Berinvestasilah untuk pakaian dengan warna yang
paling cocok untuk Anda. Sepatu dengan jempol yang nongol menimbulkan kesan
kurang profesional. Usahakan menghindari kaus kaki dengan warna putih atau abu-abu,
mendingan hitam sekalian.
13. Berpakaianlah yang sesuai dengan pesan yang ingin
Anda sampaikan dan sesuai pula dengan audience yang akan mendengarkan.
14. Jangan jadi Tony Blair! Gunakan deodoran atau parfum
yang tidak meninggalkan bercak pada pakaian Anda. Ini soal kecil, tapi Tony
Blair pun bermasalah karenanya.
15. Waspadalah bahwa berkomunikasi dengan orang lain
adalah lebih dari sekedar perkataan Anda. Faktanya, hanya 7% dari kata-kata
Anda yang “dianggap” orang. Sisanya, hanya dipahami dari tekanan suara dan
bahasa tubuh Anda.
16. Ingatlah bahwa pikiran utama audience Anda adalah
“apa yang bisa saya ambil dari sini?” Berikan jawaban ini saat Anda
memperkenalkan diri. Mereka akan menyorongkan badannya sampai ke pinggir kursi
untuk mendengar Anda.
sumber: arryrahmawan.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar