Aray yang sudah mempunyai anak dan istri
adalah seorang pengusaha sukses yang tinggal di kota, pada suatu hari pergi
bersama teman kerjanya (Rio) ke kampung halaman Rio yang tergolong masih
pedesaan. Tanpa disangka di kampung halaman Rio, Aray berkenalan dengan seorang
gadis (Wulan) yang usianya masih 20 an. Meski tinggal di Desa Wulan termasuk
gadis yang cantik. Tukar menukar nomor handphonepun terjadi antara Aray dan
Wulan. Pada malam terakhir sebelum Aray kembali ke Jakarta, Aray menemui Wulan untuk
berpamitan sekaligus malam itu memberikan kenang-kenangan kepada Wulan berupa
Handphone canggih karena HP yang dimiliki Wulan sudah model jadul. Sekembalinya
Aray ke Jakarta, mereka berdua menjadi semakin akrab dengan SMS an dan saling
menelpon hanya sekedar cerita dan menanyakan kabarnya. Satu bulan berlalu
pertemuan Aray dan Wulan diam-diam Aray datang lagi ke kampung wulan dengan
membohongi istrinya untuk dinas luar kota. Dalam pertemuannya Aray menyatakan
cinta kepada Wulan, dan ternyata Wulanpun menerimanya meskipun Aray sudah punya
anak dan Istri. Pada kesempatan lain Aray bermaksud menikahi Wulan, tapi tidak
mau menceraikan istrinya atau memadunya pasti istrinya tidak mau. Aray
menawarkan untuk menikah secara sirri.
Wulan yang awalnya tidak mau untuk menikah sirri, tapi Aray meyakinkan kalau
dia akan bertanggungjawab. Wulanpun berfikir dan goyah melihat harta dan
kemapanan Aray. Wulanpun dinikahi secara sirri oleh Aray. Sejak menikahi Wulan,
Aray jadi sering berbohong kepada istrinya dengan alasan keluar kota padahal
ketemu dengan Istri sirrinya. Waktu terus berjalan setahun kemudian wulan
mempunyai anak dari pernikahan sirrinya dengan Aray. Anaknya sudah semakin
besar yang awalnya Aray setiap bulan datang ke Wulan menjadi semakin jarang
menemui Wulan bahkan ditahun ke 3 anaknya, Aray tidak pernah datang lagi dan
sudah tidak bisa dihubungi, sementara uang kiriman sudah tidak lagi dan anak
sudah semakin besar, wulan dengan susah payah bekerja apa saja untuk menghidupi
diri dan anaknya. Di dalam kesedihannya Wulan memberanikan diri untuk pergi ke
Jakarta untuk mencari suaminya. Usahanyapun sia-sia karena alamatnyapun tidak
tahu dimana. Didalam keputus asaannya Wulan ketemu temannya (Rini) yang sudah
lama di kota. Wulan menceritakan semua masalahnya dan bagaimana solusinya. Rini
besoknya mengajak Wulan ke penyuluhan hukum keliling yang kebetulan hari itu
ada penyuluhan hukum dan menanyakan masalahnya kepada penyuluh hukum. (SDY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar