Rabu, 12 Oktober 2016

Memandang Wajah Allah

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah banyak melimpahkan ni'matnya kepada kita, ni'mat Iman dan Islam serta ni'mat-ni'mat yang lainnya. Tetapi sebenarnya masih ada ni'mat yang paling besar yaitu ni'mat dapat melihat wajah Allah SWT. Manusia tidak dapat melihat wajah Allah SWT ketika masih di dunia tetapi dapat melihat wajah Allah SWT ketika sudah ada di akhirat. Tetapi tidak semua manusia dapat melihat wajah Allah SWT kecuali yang dapat memenuhi syarat-syaratnya atau kriteria-kriterianya, apa saja kriteria-kriteria orang yang dapat memandang wajah Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Alkahfi ayat 110

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖفَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ 

بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا



Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".


Dari ayat di atas dijelaskan bahwa kriteria manusia yang akan dapat melihat wajah Allah SWT yaitu:
1. Beramal Shaleh
Beramal shaleh yang dimaksud disini adalah beramal shaleh secara terus menerus, istiqomah, konsisten dan sungguh, karena kata فَلْيَعْمَلْ adalah bentuk dari fi'il mudore' yang artinya pekerjaan yang sedang dikerjakan dan terus dikerjakan.

2. Tidak Menyekutukan Allah SWT/Musyrik
Musyrik atau menyekutukan Allah adalah perbuatan menyembah selain Allah, atau menyembah Allah tetapi menyembah juga selain Allah.

Ada kisah menarik mengenahi melihat wajah Allah pada masanya Nabi Musa A.S., Nabi Musa A.S. salah satu Nabi yang diberikan keistimewaan dapat berbicara/berdialog langsung dengan Allah SWT. Setelah diberikan keistimewaan dapat berdialog langsung, Nabi Musa ingin dapat melihat wajah Allah SWT. Allah SWT mengatakan kepada Nabi kalau tidak mungkin dapat melihat wajah Allah SWT ketika di Dunia. Tetapi karena Nabi Musa terus mendesak maka Allah mengatakan agar melihat gunung yang disebelah kanan bukit sinai (Thursina) di daerah Yerussalem, kalau gunung tersebut diam saja maka Nabi Musa dapat melihat wajah Allah SWT. Dan ketika Nabi Musa melihat gunung itu, gunung itu hancur luluh rata dengan tanah, dan nabi Musa menjadi ketakutan dan Nabi Musa kemudian pingsan. Setelah siuman Nabi Musa bertobat memohon ampun kepada Allah. Kisah ini sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Surat Al A'raf 143


وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ


Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".
Demikian semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan ni'mat yang paling besar yaitu memandang wajah Allah SWT.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar