Ada banyak tahapan yang harus dilalui ketika kita mengikuti lelang dan agar nantinya dapat memenangkan lelang.
1. Tahap Pertama, undangan untuk mengikuti tender.
Umumnya, perusahaan atau vendor yang mendapat undangan tersebut adalah mereka
yang sudah biasa mengikuti tender. Dalam beberapa kasus, bisa saja perusahaan
mengundang pula perusahaan lain yang belum pernah mengikuti tender sebelumnya.
2. Tahap kedua, penjelasan tender. Pada tahap ini,
seluruh peserta yang diundang diberi penjelasan secara terbuka tentang proyek
yang ditenderkan, cara penilaian, serta persyaratan legal dan teknisnya. Untuk
bisa masuk ke tahap berikutnya, perusahaan yang baru diundang harus bisa
memenuhi syarat legalnya, antara lain copy
akte notaris, NPWP, laporan pajak, laporan keuangan 3 tahun terakhir, dan
sebagainya.
3. Tahap ketiga adalah pengajuan proposal teknis. Untuk
proyek yang dianggap kecil nilainya, perusahaan biasanya tidak menyaratkan
biaya tender. Tetapi untuk proyek yang dianggap besar biasanya ada biaya tender
yang bisa dicairkan jika proses tender selesai.
4. Keempat, undangan presentasi proposal. Perusahaan akan
memilih dari sekian banyak yang memasukkan, mana yang akan dipanggil untuk
presentasi berdasarkan penilaian proposal teknis.
5. Tahap kelima, presentasi proposal. Masing-masing
perusahaan atau vendor diberi kesempatan untuk melakukan presentasi di hadapan
tim penilai. Pada tahap ini biasanya peserta tender sudah diwajibkan memberikan
bank garansi (yang bisa diterbitkan oleh bank atau asuransi). Bank garansi ini
boleh juga disebut sebagai perjanjian. Isinya adalah garansi kalau proyek tidak
bisa diselesaikan maka uang yang ditaruh di bank garansi akan menjadi hak milik
pemberi tender dan tidak bisa dicairkan oleh vendor.
6. Tahap keenam adalah pengumuman hasil presentasi. Pada
tahap ini diumumkan hasil presentasi masing-masing perusahaan. Yang lolos tahap
ini akan diundang dalam tahap berikutnya, yakni auction dengan memasukkan
harga.
7. Tahap terakhir, auction.
Inilah kesempatan perusahaan pemberi tender untuk mencari pemenang dengan
solusi paling bagus dengan harga paling bagus. Pemenang auction inilah yang secara resmi ditunjuk sebagai pemenang tender.
Pada tahap ini baru muncul agreement untuk pelaksaan proyek, yang terdiri dari
beberapa hal. Biasanya soal garansi, pernyataan bahwa harganya normal, dan
persyaratan sejenisnya.
Hal-hal yang perlu di perhatikan untuk menang tender sebagai
berikut:
1.
Anda harus memiliki perusahaan yang legal (memiliki
Akta Perusahaan, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Usaha Perdagangan
(SIUP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Jika belum punya, segeralah
mengurusnya. Tanpa itu, jangan harap Anda bisa ikut tender.
2. Cari informasi sebanyak mungkin tentang pengadaan
barang di media massa, bisa melalui koran seperti Media Indonesia, Koran
Nasional lainnya, Koran Daerah yang terbit di satu Provinsi maupun melalui
internet pada portal e-procurement
milik pemerintah daerah, atau datang ke lembaga/instansi yang bersangkutan.
3. Ajukan penawaran dengan harga yang pantas untuk barang
dan jasa yang diminta secara berkualitas. Perhatikan garansi, layanan purna
jual dan item-item pekerjaan yang diminta. Periksa dalam dokumen lelang untuk
mengetahui methode penilaian dokumen yang akan dilakukan oleh Panitia
Pelelangan. Anda harus memahaminya untuk memenangi tender tersebut.
4. Telitilah dalam mengisi dokumen penawaran. Periksa
instruksi-instruksi yang diberikan dalam dokumen lelang. Jangan merubah setiap
deskripsi yang telah ditentukan dalam dokumen tersebut.
5. Hindari main curang. Apalagi KKN dengan Panitia
Pelelangan. Bermainlah secara fair. Jangan paksakan ambil untung banyak, tapi
malah buntung. Biar untung sedikit, yang penting halal.
6. Hindarilah upaya mengintimidasi peserta tender
lainnya. Apalagi mengintimidasi Panitia Pelelangan. Bagaimanapun Anda sedang
menengadahkan tangan. Berlaku sopan akan lebih banyak menimbulkan simpati.
7. Jika Anda sudah menang tender, berikan barang dan jasa
yang sesuai dengan yang Anda tawarkan. Jangan pernah mengganti dengan barang
lain yang berbeda kualitas, type, jenis, jumlah yang tidak sesuai dengan
dokumen penawaran maupun dokumen kontrak yang telah Anda buat. Karena itu
berarti Anda curang. Carilah pemasok, pabrik pemasok barang sesuai kebutuhan
yang dapat dipercaya dan berpengalaman. Kalau punya workshop sendiri itu lebih
bagus. Asal bisa dibuktikan.
Contoh cara menang tender pengadaan barang dan jasa
1. Kita siapkan terlebih dahulu perusahaan yang hendak
digunakan untuk mengikuti tender, entah itu berbentuk PT atau CV karena
peraturan pemerintah mensyaratkan peserta tender harus berbentuk badan hukum
bukan perorangan.
2.
Kita urus juga berbagai macam dokumen syarat tender
seperti Nomor pokok wajib pajak ( NPWP ), Surat izin usaha perdagangan (SIUP),
Surat keterangan domisili perusahaan (SKDP) dan untuk tender proyek bangunan
biasanya ada persayaratan tambahan seperti Izin usaha jasa kobstruksi (IUJK)
dan dokumen lainya dapat dibaca dan dipelajari pada masing-masing pengumuman
lelang.
3. Mencari tahu sebanyak mungkin berita tender, bisa
didapat dari koran, website atau LPSE sebagai lembaga pengadaan lelang secara
elektronik masing-masing wilayah kabupaten atau kota di Indonesia, informasi
tender juga bisa didapat dari panitia lelang pada instansi yang mengadakan
lelang.
4. Baca dan periksa dengan teliti apa saja persyaratan
yang harus disediakan seperti berkas-berkas atau surat-surat yang harus ada
dalam pengajuan tender.
5. Ikuti dengan disiplin jadwal tender yang disediakan,
melakukan lebih awal atau terlambat bisa menjadi penyebab kegagalan menjadi
pemenang tender.
6. Bermainlah dengan jujur tanpa melakukan kecurangan
seperti bekerja sama dengan panitia tender agar terpilih menjadi pemenang,
proyek banyak jika didapat dengan cara haram maka tidak akan mengantarkan kita
ke gerbang kebahagiaan dan ketenangan hidup, sebaliknya biarpun dapat proyek
sedikit jika itu dengan jalan halal maka lebih berkah dan bermanfaat untuk
menjalani kehidupan.
7.
Hindari perbuatan yang melanggar hukum seperti
mengancam peserta lelang lain, atau mengancam panitia tender agar dipilih
menjadi pemenang. sebagai peserta tender kita dalam posisi sebagai peminta,
oleh karena itu sudah sepatutnya kita bertingkah laku terbaik agar jikalau
terpilih menjadi pemenang tetap didapat dengan cara yang baik.
8. Ajukan harga penawaran dibawah dan mendekati harga
tender, mengajukan harga lebih tingi maka kita akan kalah dengan peserta yang
mau menawarkan harga lebih murah. namun menawarkan harga terlalu murah juga
tidak baik karena kita bisa dianggap akan melakukan pengurangi spesifikasi dan
kualitas barang untuk mendapatkan harga termurah.
9.
Jaga hubungan baik dengan suplier dan pedagang barang
atau jasa, dengan begini maka kita tetap dapat memberikan pekerjaan sesuai
dengan persyaratan tender.
10. Jika kita terpilih menjadi pemenang tender maka
mengerjakan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati, dengan begini
tentu kita sudah mendapat nama baik dan punya potensi besar untuk menang tender
proyek berikutnya.
sumber: www.maggugun.blogspot.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar