Sore
itu Ibu Diah (50 tahun) sedang merenung sendirian diteras rumahnya, datang
anaknya Ibu Diah, Andi namanya menanyakan kenapa Ibu Diah bersedih. Ibu Diah
kembali menceritakan kalau penyakit dalem yang diidapnya belum sembuh-sembuh
juga dan sudah berobat kemana-mana tapi belum berhasil juga. Andi menenangkan
Ibunya dan akan berusaha semaksimal mungkin mencari orang pintar yang dapat
mengobati penyakitnya.
Andipun mencari orang
pintar yang kira-kira dapat mengobati penyakit Ibunya, beberapa orangpun
ditanya. Suatu hari Andi berbincang-bincang dengan Rendi dan menceritakan
masalahnya. Rendi mengatakan kalau ada orang pintar/dukun yang dapat mengobati
berbagai macam penyakit yang ada di desa sebelah.
Berangkatlah Andi dan
Ibunya dengan ditemani Rendi menuju ke rumah Mbah Jenggot seorang yang pintar
tersebut. Setelah dicek penyakitnya Mbah Jenggot mengatakan kalau penyakitnya
sangat gelap dan harus menyediakan beras sekian karung yang tujuannya untuk
disedekahkan kepada fakir miskin. Mbah Jenggot menawarkan yang akan membeli
beras tersebut dengan meminta uang senilai 50 juta rupiah.
Beberapa bulan berlalu
ternyata penyakit Ibu Diah belum sembuh-sembuh juga. Andipun anaknya mulai
curiga dan dia menyelediki apa yang terjadi dengan rumah dukun tersebut. Usut
punya usut ternyata uang 50 juta tidak dibelikan beras sebagaimana yang
dikatakan dukun itu. Hari berikutnya Andi melaporkan Mbah Jenggot dengan dugaan
penipuan, dan Mbah Jenggotpun ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan
perbuatannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar